Resume Agama Islam 1

Kebenaran dan Kebetulan

Dikutip dari KOMPAS, 19 Agu 2011. Samsudin Berlian, Pemerhati Makna Kata


Perbedaan benar dan betul paling terlihat dalam pemakaian kata-kata turunan keduanya. Pembetulan, misalnya, berhubungan dengan otak-atik perkakas tukang servis; pembenaran berkait dengan, antara lain, penilaian tentang pantas-tidaknya seorang keponakan anggota DPR menjadi kontraktor renovasi ruang kantornya. Di sini pembenaran bisa juga bermakna pembetulan, tapi pembetulan tidak biasa dipakai dalam arti pembenaran.


Begitu pula halnya dengan membetulkandan membenarkan. ”Membetulkan komputer” sekadar mengacu pada apa yang dilakukan seseorang, apakah memang terjadi atau tidak; tapi ”membenarkan tindakan seorang hakim makan bersama berdua-duaan di restoran remang-remang dengan pengacara terdakwa dalam perkara yang sedang berlangsung” mengacu bukan hanya pada kejadiannya, melainkan terutama pada penilaian etis atasnya: adil atau tidak, patut atau tidak.


Perbedaan pemakaian ini bisa dipertajam untuk pembaca yang berbahasa Inggris: membetulkan adalah to correctto repairto revisemembenarkan, selain berarti sama dengan membetulkan, punya makna lain to justifyto legitimizeto confirm, dan, kadang-kadang, untuk pembenaran akal-akalan, to rationalize.


Begitu juga ada perbedaan antara kebetulan dan kebenaranKebetulanmengandung unsur ketidaksengajaan yang kuat. Kita tidak akan pernah mengatakan ”Kebetulan sekali setelah makan banyak saya jadi kenyang”, walaupun itu betul-betul terjadi karena kaitan makan dan kenyang bukanlah hal yang tidak terduga. Kebetulan jarang, kalau pernah, dipakai tanpa unsur ketidaksengajaan. Kebenaran juga bisa dipakai dalam arti ini. Namun, selain itu, kebenaran pun berarti sesuatu yang sungguh terjadi, atau kejadian yang berterima. ”Adalah kebenaran bahwa setelah makan banyak saya kenyang” merupakan kalimat yang wajar saja.


Sebenarnya dan sebetulnya tidak menunjukkan perbedaan demikian. Itu karena keduanya mengacu hanya pada fakta, sama dengan sesungguhnyaSebenarnya tidak biasa diembel-embeli penilaian moral. Begitu pun kata dasar benar dan betul itu sendiri biasanya bisa dipertukarkan.


Jadi di sini kita melihat ada ketidaksimetrian di antara benar dan betulPembetulan/membetulkan biasanya berkait dengan sesuatu yang dianggap keliru secara faktual, seperti jawaban yang diberikan seorang siswa dalam ulangan; sedangkan pembenaran/membenarkan, selain bermakna sama seperti itu, juga dipakai sehubungan dengan sesuatu yang dianggap salah secara moral, seperti tindakan siswa mencuri-salin jawaban murid lain dalam tes.


Ngomong-ngomong soal ujian, apakah pembaca bisa memastikan bahwa berdasarkan pembedaan di atas, yang mana dari keadaan berikut yang pasti benar dan mungkin betul, dan yang mana belum tentu benar walaupun betul? Tidak keliru. Tidak berat sebelah. Jujur. Murni. Sah. Sungguh. Sejati. Legal. Mengiakan. Setia. Akurat. Memperbaiki. Dapatkah anda menjelaskan bahwa kenyataan ”Alibaba sudah terbukti mencuri uang untuk kampanye pemilihan atasannya”, apabila memang sungguh terjadi, bisa dibetulkan tapi tidak bisa dibenarkan


Dalam kacamata islam

kebenaran dan kebetulan dimana yang membedakan dari kedua hal ini sesungguhnya adalah niat, Kebenaran selalu dibarengi oleh niat yang tulus,serta adanya keinginan yang bisa dipertanggung jawabkan, dan kebenaran itu ada dua sifat yang menaunginya yaitu:

a. Mutlak
b. Sementara
 sekarang apa perbedaan antarar kebenaran mutlak dan kebenaran yang bersifat sementara?
 sesuatu yang mutlak adalah suatu hal yang bersifat pasti adanya , dimana yang dimaksud dalam hal ini adalah  jalur keimanan ( iman dan taqwa) .Sedangkan Kebenaran yang Sementara bukan semata- mata kebenaran yang hanya sekedar menjadi sebuah kebenaran, namun yang dimaksud kebenaran sementara adalah kebenaran yang memang hanya bersifat sementara , dimana Kebenaran yang lama bisa dengan mudah tertutupi dengan kebenaran yang baru, yang dirasa lebih mampu diterima oleh akal sehat manusia , contoh seperti sering kita mendengar kabar atau berita dari seseorang dengan kalimat " katanya"  itu belum tentu merupakan hal yang mutlak, dikarenakan kebenaran jika orang lain yang mengatakannya bisa jadi memang benar adanya atau bisa jadi malah keliru dalam mempersepsikan apa yang mereka ketahui, jadi sesungguhnya Kebenaran yang Mutlak hanyalah Allah SWT yang memiliki, kita sebagai manusia hanya bisa berniat, berusaha dan juga berdo'a setiap langkah yang patut kita jalani di jalan-Nya.
Kebenaran sementara selalu berkaitan dengan kehidupan manusia, entah itu tentang gaya hidup manusia, atau hal yang lainnya, salah satu contoh yaitu tentang teori dari Darwin tentang revolusi manusia, yang mengatakan manusia merupakan keturunan dari Primata, dimana manusia merupakan manusia zaman purba yang postur serta tingkah lakunya hampir menyerupai primata, pada abad itu, masih banyak yang berpikir bahwa teori darwin benar adanya, namun lambat laun setelah diadakannya penelitian yang mengkaji lebih dalam tentang revolusi manusia, teori yang dijabarkan Darwin adalah teori yang salah, manusia hakikatnya ya manusia bukan berasal dari Primata, nah dari hal ini membuktikan bahwa sepintar- pintarnya manusia pasti juga punya kesalahan dari sudut pandang apapun, karena Kebenaran yang Hakiki hanya dimiliki oleh Pencipta alam semesta ini yaitu Allah SWT.
sudah banyak dijelaskan tentang apa itu kebenaran di dalam Al- Quran sebagai berikut:

 Al- Haq
QS. 2:147 
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali- kali kamu termasuk orang yang ragu" 

QS. 5:50
"Apakah Hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)  siapakah yang lebih baik daripada (hukum ) Allah bagi orang- orang yang yakin?"

QS. 7:81
Dan katakanlah " Yang Benar telah datang dan yang Bathil telah Lenyap" Sesungguhnya yang bathil itu pasti Lenyap .

dimana bisa kita lihat, sudah semua jalan kehidupan manusia diatur dalam Al- quran, yang mana merupakan pedoman hidup dalam dunia ,kelak yang patut menjadi bekal dalam kehidupan di Dunia yang Maya ini.. dan yang terakhir adalah ..

 " Dan Janganlah kamu mencampur adukkan kebenaran dengan kebhatilan dan (janganlah ) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya. " (Al-Baqarah:42)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN BAHASAN SENI RUPA

POSISI BIDANG KERJA DESAIN DALAM SENI RUPA