POSISI BIDANG KERJA DESAIN DALAM SENI RUPA
POSISI
BIDANG KERJA DESAIN DALAM SENI RUPA
- Fenomena Desain
Desain adalah proses
dan juga hasil dari proses. Proses meliputi bentuk gagasan dan metode. Hasil
dari produk mencakup gaya dan estetika. Secara nyata proses dan hasil dari
proses itu terkait dengan pengaruh dari
proses itu terkait dengan pengaruh dari luar seperti kemajuan sains dan
teknologi lingkungan social budaya dan kaidah estetika yang berlaku. Oleh
karena itu, desain tidak netral, tidak bisa menentukan perkembangan dirinya
sendiri. Ketika disadaribahwa produk yang sama tetapi dengan desain yang
berbeda memberi pengaruh lebih baik kepada perhatian pengguna, maka
pengembangan produk benda merupakan suatu hal yang tidak bisa ditunda.
- Desain Sebagai Bidang Kegiatan Seni Rupa
Pengelompokan hasil
kegiatan seni rupa menjadi seni murni dan seni terap, seperti telah diuraikan,
menunjukkan posisi pelakunya. Tak bisa dipungkiri, desain telah menjadi satu
label keberhasilan benda produk. Sejalan dengan pemikiran masyarakat kota yang
lebih terdidik, benda produk dilahirkan dalam kesenggangan pencarian. Kebaruan,
kelainan, keunikan sebagai gambaran tuntutan pola piker para medernis, baik
dalam hal bentuk maupun aneka kemungkinannya, telah dipadukan dengan desain
mereka. Aneka riset dilakukan untuk mengembangkan temuan desain baru. Sejarah
mencatat bidang seni rupa ini telah menjadi contoh keberhasilan yang luar
biasa.
- Desain Yang Tak Pernah Berhenti
Berikt ini adalah
contoh desain yang tak pernah berhenti yang dilakukan juga oleh masyarakat
desa. Cuma, karena mereka tidak mau menggembar gemborkantemuan, konsep, atau
keinginan berbeda disbanding dengan masyarakat lain, perubahan perubahan itu
tidak pernah mengemuka.tulisan tentang 40 jenis tipat (ketupat, kemasan
ketupat) yang menggambarkan desai yang tak pernah berhenti, ditulis oleh Ketut
Kendi Pradika, S.Pd. berupa laporan sebagai hasil penelitiannya dalam
menyelesaikan tugas akhir S1 di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, FBS UNDIKSHA pada
tahun 2008. Beberapa diantaranya dijelaskan dengan uraian cara membuatnya
lengkap dengan gambarnya. Disamping itu, disertakan pula sebagai perbandingan,
hasil penelitian untuk keperluan yang sama dan di jurusan yang sama, yang
dilaporkan oleh I Wayan Angga Wasta (Kerajinan Layang laying di Desa Lodtunduh,
Kecamatan Ubud, 2007).
JENIS
ATAU BENTUK RUPA TIPAT BANTEN DI DESA KALIASEM, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN
BULELENG
(Bagian
dari Laporan Skripsi Ketut Kendi Paradika, S.Pd.)
Jenis tipat banten memiliki bentuk yang sangat
beragam. Bentuk menjadi identitas dimana dan kapan tipat tersebut digunakan,
Secara religius tipat yang dibuat sedemikian rupa merupakan pelengkap upakara
atau banten, dibalik fungsinya tersebut jika diamati tipat banten juga memiliki
unsur estetika baik itu keindahan dan keunikan tersendiri.
Jenis tipat banten sesuai dengan data yang diperoleh
di desa Kaliasem, kecamatan Banjar, kabupaten Buleleng, antara lain adalah
sebagai berikut :
- Tipat Nasi
- Tipat Sirikan
- Tipat Galeng
- Tipat Dampulan
- Tipat Gong
- Tipat Panggul
- Tipat Taluh
- Tipat Gatep
- Tipat Bagia
- Tipat Paser Gumi
- Tipat Putu
- Tipat Luh
- Tipat Muani
- Tipat Kepelan Peratu
- Tipat Kibul Bebek
- Tipat Kukur
- Tipat Sidayu
- Tipat Pasuh
- Tipat Sesapi
- Tipat Lulud Lare
- Tipat Sari
- Tipat Tumpeng
- Tipat Tiga Sai
- Tipat Kesuna
- Tipat Genep
- Tipat Rangkep
- Tipat Penawa Jaya
- Tipat Udang
- Tipat Yuyu
- Tipat Jan
- Tipat Lawangan
- Tipat Cakra
- Tipat Trisula
- Tipat Pgeh Tuuh
- Tipat Pengambean
- Tipat Siusepurna Muani
- Tipat Siusepurna Luh
- Tipat Nyongkok
- Tipar Metajuh
- Tipat Pagehan
- Tiapat Ubi
- Tipat Terompong
- Tipat Nyuh
- Tipat Penyebean
- Tipat Belayag
- Tipat Pesor
BENTUK LAYANG-LAYANG DI DESA
LODTUNDUH, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR (Bagian dari
Laporan Skripsi I Wayan Alit Anggawasta, S.Pd.)
Layang-layang berekor
Yang
dimaksud dengan sebutan ekor dalam layang-layang adalah penambahan kain panjang
yang disambungkan pada bagian bawah layang-layang. Ini ditegaskan agar tidak
tertukar dengan pengertian ekor pada model layang-layang bentuk burung.
- Layang-layang bentuk Naga
Bentuk naga merupakan
bentuk yang pertama kali dikembangkan perusahaan Jaya Sairam dan layang-layang
naga paling banyak penjualannya. Layang layang naga diproduksi bermacam-macam
ukuran ada extra small, small, medium, large, dan extra large. Pada ukuran
small bentuk ornamen kepala naga agak sederhana, sedangkan pada ukuran medium,
large, dan extra large bentuk ornamen kepala semakin detail dan tampak lebih
bagus dan lebih galak.
- Layang-layang bentuk monyet
Layang-layang bentuk monyet
bermotif binatang monyet yang berada di pohon kelapa dan duduk diatas buahnya
dengan tangan terhentang dan tangan kiri monyet memegang sebuah kelapa.
Ukuranya dibuat bermacam-macam ada extra small, small, medium, large, dan extra
large. Konstruksi bantang yang digunakan sama dengan kontruksi bantang pada
bentuk naga.
- Layang-layang bentuk macan
Layang-layang bentuk
macan bermotif macan bersayap dengan mulut terbuka menampakkan wajah garang
dengan kedua kaki depannya direntangkan dan kedua kaki belakang ditekuk.
Ukuranya dibuat bermacam-macam ada extra small, small, medium, large, dan extra
large. Konstruksi bantang yang digunakan sama dengan konstruksi bantang pada
bentuk naga
Layang-layang tidak berekor
- Layang-layang kupu-kupu
Layang-layang kupu-kupu
bermotif kupu-kupu dengan sayap terbuka dan warna warni penggambarannya secara
dekoratif dan pewarnaanya sayapnya menggunakan tehnik ketul ( seperti
pointilisme) dan bergradasi. Ukuranya dibuat bermacam-macam ada extra small,
small, medium, large, dan extra large. Konstruksi bantang yang digunakan sama
dengan kontruksi bantang pada bentuk naga.
- Layang-layang burung
Layang layang bentuk
burung ada bermacam-macam seperti bentuk burung elang, burung hantu, burung
cendrawasih, dan burung onta. Secara mendasar semua bentuk burung tersebut
bermotifnya burung yang sedang terbang, perbedaannya terletak pada hiasan
kepala yaitu sesuai dengan bentuk burung yang dibuat. . Ukuranya dibuat
bermacam-macam ada extra small, small, medium, large, dan extra large.
Kontruksi bantang yang digunakan sama dengan konstruksi bantang pada bentuk
naga.
- Layang-layang bentuk capung
Layang-layang bentuk
capung bermotif binatang capung dengan dua pasang sayap terbuka. Pewarnaannya
menggaunakan tehnik gradasi dengan arsiran. Ukuranya dibuat bermacam-macam ada
extra small, small, medium, large, dan extra large.
- Layang-layang bentuk kelelawar
Layang-layang kelelawar
bermotif kelelawar terbang dengan mulut terbuka. Ukuranya dibuat bermacam-macam
ada extra small, small, medium, large, dan extra large. Kontruksi bantang yang
di gunakan sama dengan konstruksi bantang pada bentuk naga.
- Layang-layang bentuk naga
Salah satu dari
layang-layang berekor adalah layang-layang bentuk naga yang sangat bagus.
Layang-layang naga berbentuk tiruan binatang naga yang bersayap dengan mulut
terbuka. Konstruksi bantangnya bisa ditutup dan dikembangkan sehingga mudah
dibawa kemana-mana.
UANG KEPENG DI BALI
Panji
Koming dan Pailul, tokoh kartun ciptaan Dwi Koendoro, masih menggunakan uang
“kepeng” untuk kegiatan transaksi jual beli mereka. Kedua tokoh tersebut
adalah
tokoh
zaman Nusantara Lama yang dihadirkan kembali untuk “menyungging” kehidupan masa
kini oleh pekartunnya dalam koran Kompas Minggu. Uang kepeng, bagi mereka,
adalah nyawa kehidupan sehari-hari. Jauh setelah zaman Panji Koming, di Bali,
uang kepeng masih memiliki harga yang tinggi. Bahkan, banyak masyarakat Bali
yang sangat bangga bisa memiliki koleksi uang kepeng yang banyak daripada memiliki
uang rupiah!
Keterkaitan
masa lalu dengan masa kini, pada masyarakat Bali, sangat kental. Masyarakat
Bali yang beragama Hindu masih mengusung pola hidup yang erat kaitannya dengan
para leluhur. Kawitan merupakan istilah yang digunakan sebagai sebutan tentang
keterkaitan itu. Seorang warga Hindu Bali dianggap tidak bisa lepas dari ikatan
asal (wit, ane mula), baik dengan leluhur maupun desa kelahiran. Oleh karena
itu, pada setiap upacara besar, orang-orang Bali yang beragama Hindu, yang
telah tinggal di luar desa, juga di luar Bali, harus pulang kampung untuk
melaksanakan upacara di desa kawitannya. Hal lain yang menunjukkan bahwa
masyarakat Bali masih terkait dengn keberadaan catatan masa lalu adalah
pemanfaatan uang bolong (pis bolong, jinah bolong) yang biasa disebut ke-peng,
dalam aneka kegiatan upacara.
Uang
bolong dimaksud adalah uang logam (terbuat dari bahan krawang atau sejenis
bahan pembuatan gamelan, kuningan, juga perunggu) yang memiliki lubang pada
bagian tengahnya. Lubang pada uang tersebut umumnya berbentuk segi empat. Ada
juga yang berbentuk bundar, segi enam sama sisi, juga segi banyak tak
beraturan. Orang Belanda menyebutnya Chinesche Duit atau juga Chinese
Coins.
Uang
kepeng digunakan sebagai salah satu pelengkap sesajen (persembahan) dalam
upacara. Panca yadnya adalah upacara yang terkait dengan keberadaan kepeng
tersebut, terdiri atas dewa yadnya, rsi yadnya, pitra yadnya, manusa yadnya,
dan butha yadnya. Pitra yadnya dan manusa yadnya, terutama, yang banyak
memerlukan kelengkapan kepeng. Karena rutinnya upacara-upacara tersebut,
pemakaian uang kepeng tidak pernah berhenti. Pada bulan Juli – September,
setiap tahun, pesanan uang kepeng meningkat keras. Pada bulan-bulan tadi
transaksi jual-beli uang kepeng di pasar tradisional Bali menjadi
masa paling ramai, bertalian dengan bulan upacara bagi masyarakat Hindu.
PERWUJUDAN,
JIMAT DAN PERMAINAN
Penggunaan
kepeng bisa ditemukan dalam berbagai bentuk benda upacara di Bali. Benda benda
upacara seperti canang sari, penyugjug, sapsap, orti, banten penyeneng,
kewangen, adalah sajen dan sejenisnya yang dilengkapi kepeng. Arca ini umumnya
dibuat dari kayu cendana untuk bagian kepala dan dalaman tubuh patung. Pakaian
patung sepenuhnya dibentuk dari untaian uang kepeng asli cina. Patung jenis ini
bisa disebut patung Sedana, yang konon sebagai patung yang akan membawa
keberuntungan. Sri Sedana adalah lambing dewi kekayaan.
PERJALANAN DESAIN
Perjalanan
desain, masyarakat selalu menyesuaikan kebutuhannya dengan kondisi lingkungan.
perubahan-perubahan yang dilakukan oleh masyarakat pengolah kesenian tradisi,
misalnya, banyak melibatkan pendukung kesenian seperti unsur pemerintah, ahli
teori seni, maupun masyarakat pendukung kesenian bersangkutan.
Banyak
contoh kesenian tradisional yang berubah dan menjadi kaya. misalnya batik
pesisir. tetapi mereka melakukan penyaringan dan sekaligus pengembangan
sebagai bentuk kekayaan nilai kesenian yang baru.
Ada
sebuah konsep pertunjukanyang dimaksudkan untuk mengubah dan memperkaya jenis
pertunjukan wayang kulit Buleleng yang pada waktu itu belum disusupi
genjek-ditunjukkanuntuk menggaet penonton muda.
Pertujukan
wayang kulit adalah pertunjukan wayang yang menggunakan kelir atau layar. kelir
berfungsi sebagai media untuk menampilkan bayang. Oleh karena itu,
istilah wayang diartikan sebagai bayangan. Wayang adalah jenis kesenian lama
yang bisa bertahan hidup hingga masa kini dan tetap mendapat dukungan
masyarakat pencintanya. sebagai kesenian masa lalu yang sekaligus masa kini,
keberadaan wayang seperti yang disebutkan dalam beberapa prasasti, telah sangat
tua.
Komentar
Posting Komentar